FKM Undana Kolaborasikan Program Percepatan Penurunan Stunting dengan Pemkab Rote Ndao

- Selasa, 4 Oktober 2022 | 23:24 WIB
Suasana pertemuan awal antara Bupati Rote Ndao Paulina Haning-Bullu beserta jajaran dan Dekan FKM Undana Prof Apris A Adu dan jajaran, di Paraox Cafe, Flobamora Mall Kupang, Senin (03/10/2022) petang. Foto: Dok.Humas Pemkab Rote Ndao
Suasana pertemuan awal antara Bupati Rote Ndao Paulina Haning-Bullu beserta jajaran dan Dekan FKM Undana Prof Apris A Adu dan jajaran, di Paraox Cafe, Flobamora Mall Kupang, Senin (03/10/2022) petang. Foto: Dok.Humas Pemkab Rote Ndao

 

ROTE NDAO, VICTORYNEWS - Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Nusa Cendana (Undana) akan melaksanakan proses percepatan penurunan stunting bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rote Ndao.

Hal tersebut terungkap saat pertemuan pendahuluan antara Bupati Rote Ndao Paulina Haning-Bullu didampingi Asisten Administrasi Umum Jermy Haning, Kadis PMD Yames MK Therik, Kaban Keuangan Daniel W Nalle, dan Kabag Hukum Hangry Mooy dengan Dekan FKM Undana Prof Apris A Adu, Wakil Dekan II FKM Undana Dr Marilyn S Junias, Koordinator Tim Konvergensi Stunting Undana Dr Intje Pucauli, dan Koordinator Prodi Kesmas FKM Undana Mustaqim Sahdan, di Paraox Cafe, Flobamora Mall Kupang, Senin (03/10/2022) petang.

Koordinator Tim Konvergensi Stunting Undana Dr Intje Pucauli menjelaskan, selama 2 hari mulai Kamis (06/10/2022) hingga Jumat (07/10/2022), sebanyak 33 orang tim FKM Undana yang terdiri dari dosen dan mahasiswa akan melaksanakan kolaborasi percepatan penurunan stunting bersama tim Pemkab Rote Ndao.

"Kami akan melaksanakan suatu model percepatan penanganan stunting yang kami sebut dengan nama Seleting (akselerasi penanganan stunting) di Kabupaten Rote Ndao. Khususnya beberapa lokasi yang menjadi pilot project," kata Intje.

Baca Juga: Kelurahan Mokdale Gelar Sosialisasi Peduli Sampah dan Kebersihan Lingkungan melalui Kerja Bakti Bersama

Menurutnya, Seleting ini akan dikombinasikan program pemerintah daerah Rote Ndao dengan inovasi perguruan tinggi dalam hal ini Undana.

Ia merinci, tim FKM yang akan turun ke Rote dibagi dalam 8 tim, di mana 7 tim akan melaksanakan Literasi atau penyuluhan semua bidang keilmuan yang terkait erat dengan masalah stunting. Sementara dan 1 tim lainnya akan khusus melakukan penelitian terkait perkembangan sebelum dan sesudah dilakukan upaya intervensi program oleh tim.

Khusus untuk Literasi, lanjut Intje, dibagi dalam tiga lokus, yakni murid SD kelas IV, V, dan VI, kemudian pemuda dan tokoh agama, dan yang ketiga adalah Posyandu khusus yang mengurus anak baduta/balita, ibu menyusui, dan ibu hamil.

Intje menjelaskan, FKM akan membantu memahami asupan bagi baduta/balita yang beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman (B2SA), serta pemberian makanan lokal. Selain itu juga ada pelatihan untuk membuit biscuit menggunakan bahan pangan lokal, Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dalam rangka pencegahan penyakit inveksi dan survelens DBD.

Halaman:

Editor: Frangky Johannis

Tags

Terkini

Terpopuler

X