Notaris PPAT di Rote Ndao Gelar Press Conference Keprihatinan Proses Hukum terhadap Albert Riwukore

- Rabu, 10 Agustus 2022 | 09:25 WIB
Suasana Press Conference Keprihatinan Notaris/PPAT Rote Ndao atas kasus hukum yang menimpa Albert Riwukore, di kantor Notaris dan PPAT Widianti Sari Rusandri, di Lekioen, Kelurahan Mokdale, Kecamatan Lobalain, Kabupaten Rote Ndao, Rabu (10/08/2022). Foto: Victory News - Frangky Johannis
Suasana Press Conference Keprihatinan Notaris/PPAT Rote Ndao atas kasus hukum yang menimpa Albert Riwukore, di kantor Notaris dan PPAT Widianti Sari Rusandri, di Lekioen, Kelurahan Mokdale, Kecamatan Lobalain, Kabupaten Rote Ndao, Rabu (10/08/2022). Foto: Victory News - Frangky Johannis

ROTE NDAO, VICTORYNEWS - Sejumlah Notaris/PPAT yang tergabung dalam Ikatan Notaris Indonesia (INI) dan Ikatan Pejabat Pembuat Akta Tanah (IPPAT), berserta karyawan di Kabupaten Rote Ndao menggelar Press Conference terkait kasus hukum yang dialami Notaris/PPAT Kota Kupang Albert Riwu Kore.

Pernyataan keprihatinan tersebut disampaikan 5 Notaris dan PPAT, yakni Widianti Sari Rusandri, Genesia Kheren A Elim, Adi Kurniawan Logo, Elva Pauline Yustisia Rafael, dan Merilatika, bersama karyawan masing-masing, di kantor Notaris dan PPAT Widianti Sari Rusandri, di Lekioen, Kelurahan Mokdale, Kecamatan Lobalain, Kabupaten Rote Ndao, Rabu (10/08/2022).

Widianti Sari Rusandri selaku juru bicara para Notaris/PPAT di Rote Ndao mengatakan, press conference ini merupakan ungkapan rasa keprihatinan sesama Notaris/PPAT, tidak bermaksud untuk mempengaruhi jalannya proses hukum yang sementara dilakukan Direktorat Reserse Kriminal Umum (Direskrimum) Polda NTT.

 Baca Juga: Sebagai Wujud Rasa Keprihatinan, Notaris/PPAT di Rote Ndao Sepakat Menutup Sementara Kantornya

Menurut Widianti, pada prinsipnya Notaris/PPAT di NTT dan Rote Ndao sangat menghargai dan mendukung proses hukum yang sementara berjalan. Namun, sangat diharapkan penyidik tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah.

Selain itu, proses pro justicia yang dilakukan harus transparan dan dipercepat untuk segera dilimpahkan ke Pengadilan untuk disidangkan, sehingga rekan kami Pak Albert Riwukore memperoleh keadilan dan kepastian hukum.

Selain itu, kata dia, sangat diharapkan Polda NTT dalam hal ini Dirreskrimum, mempertimbangkan dan menindaklanjuti permohonan penangguhan penahanan yang sudah diajukan Pengurus INI dan IPPAT NTT sejak 6 Agustus 2022.

Menurutnya, seluruh Notaris/PPAT se-NTT menjamin bahwa Pak Albert Riwukore tidak akan melarikan diri. Beliau akan tetap bertanggung jawab mengikuti proses hukum yang sedang berjalan.

"Kami berharap Polda NTT mengabulkan permohonan penangguhan penahanan karena Pak Albert tidak akan lari ke mana-mana. Kami Notaris/PPAT se-NTT bahkan di seluruh Indonesia menjaminkan diri kami bahwa Pak Albert akan bertanggung jawab mengikuti proses hukum yang sedang berjalan," ujarnya.

Halaman:

Editor: Frangky Johannis

Tags

Terkini

X