833 Guru Honorer di Rote Ndao Terancam jadi Pengangguran, PGRI Minta Diangkat jadi ASN PPPK

- Minggu, 31 Juli 2022 | 07:56 WIB
Ketua PGRI Kabupaten Rote Ndao Alberd W Dano (kedua dari kiri) Sekretaris George J Ndun, Sekbid Profesi Delzy Dokopaty (kanan), Sekbid Organisasi Jesri Suek, dan Ketua PGRI Cabang Lobalain Tin Lusi (kiri), saat konferensi pers, Sabtu (30/07/2022). Foto: Victory News - Frangky Johannis
Ketua PGRI Kabupaten Rote Ndao Alberd W Dano (kedua dari kiri) Sekretaris George J Ndun, Sekbid Profesi Delzy Dokopaty (kanan), Sekbid Organisasi Jesri Suek, dan Ketua PGRI Cabang Lobalain Tin Lusi (kiri), saat konferensi pers, Sabtu (30/07/2022). Foto: Victory News - Frangky Johannis

ROTE NDAO, VICTORYNEWS - Rencana penghapusan Tenaga Honorer yang bekerja pada instansi pemerintah November 2023 mendatang, akan menjadikan 833 guru honorer di Kabupaten Rote Ndao, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), kehilangan pekerjaan alias menjadi pengangguran.

Hal tersebut disampaikan Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Rote Ndao dalam konferensi pers yang digelar, Sabtu (30/07/2022), di gedung Juang Sekretariat PGRI Rote Ndao.

Hadir dalam konferensi pers tersebut, Ketua PGRI Kabupaten Rote Ndao Alberd W Dano bersama Sekretaris George J Ndun, Sekbid Profesi Delzy Dokopaty, Sekbid Organisasi Jesri Suek, dan Ketua PGRI Cabang Lobalain Tin Lusi.

Dikatakan Albert Dano, sesuai data guru ASN sebanyak 1.374 orang. Sementara guru honorer yang diangkat menjadi Tenaga Kontrak Daerah (TKD) dan dibiayai APBD sebanyak 413 orang. Sementara honorer yang dibiayai oleh sekolah melalui Dana BOS maupun Komite sebanyak 420 orang.

Baca Juga: Warga Binaan dan Pegawai Lapas Kelas III Ba'a Ikut Ibadah Perjamuan Kudus

"Jadi jumlah guru honorer yang sementara ini mengabdi di Kabupaten Rote Ndao khususnya pendidikan dasar (SD dan SMP) sebanyak 833 orang yang terancam menjadi pengangguran," katanya.

Hal ini, kata Albert, tentu akan mengakibatkan Kabupaten Rote Ndao akan mengalami Darurat Kekurangan Guru, sekaligus akan berdampak pada penyelenggaran pendidikan dan upaya meningkatkan kualitas pendidikan.

Menurutnya, sesuai pemandangan umum pengurus cabang se-Kabupaten Rote Ndao dalam Konferensi Kerja ke-2 tahun 2022, belum lama ini, telah dirumuskan pokok-pokok pikiran yang krusial, di antaranya:

1) Mendesak Pemerintah Pusat dan DPR RI agar segera mengundangkan Undang-Undang Perlindungan Profesi Guru dan Dosen.

Halaman:

Editor: Frangky Johannis

Tags

Terkini

X