Warga RT 13 Kelurahan Mokdale Keluhkan Pekerjaan Jalan Lapen yang tak Bertanggung Jawab

- Sabtu, 9 Juli 2022 | 17:39 WIB
Inilah salah satu ruas jalan yang dikeluhkan warga RT 013/RW 004, Kelurahan Mokdale, Kecamatan Lobalain, karena kontraktor pelaksana menimbun matarial dan tidak dilakukan perataan dan pemadatan. Foto: Victory News - Frangky Johannis
Inilah salah satu ruas jalan yang dikeluhkan warga RT 013/RW 004, Kelurahan Mokdale, Kecamatan Lobalain, karena kontraktor pelaksana menimbun matarial dan tidak dilakukan perataan dan pemadatan. Foto: Victory News - Frangky Johannis

ROTE NDAO, VICTORYNEWS - Warga RT 013/RW 004, Keluarahan Mokdale, Kecamatan Lobalain, Kabupaten Rote Ndao mengeluhkan pekerjaan pembanguan jalan lapisan penetrasi (lapen) yang dikerjakan oleh CV Alpha et Omega yang dikerjakan sejak 16 April 2022 hingga kini belum selesai.

Bahkan, hingga menjelang akhir masa kontrak 04 Agustus 2022, pekerjaan baru lakukan hamparan sirtu di ruas jalan tersebut dan menutup akses jalan keluar warga.

Mersy Katarina, salah satu warga RT 013/RW 004, Kelurahan Mokdale mengatakan, beberapa anak kos-kosan mengeluh karena baru Sabtu (09/07/2022), kontraktor pelaksana menimbun sirtu di jalan tersebut, sehingga menghalangi aktivitas keluar-masuk .

Padahal, aksue jalan satu-satunya melewati ruas Unstar menuju jalan Ba'a-Lekunik, sedangkan ruas jalan keluar ke Jalan Abri dan simpang Oelunggu belum dikerjakan tuntas.

Baca Juga: Rekor MURI untuk Tarian Te'orenda merupakan Persembahan Bank Indonesia bagi Masyarakat Rote Ndao

Dikatakan Mersy, sejak dikerjakan akhir April lalu, terkesan pekerjaan yang dilakukan tidak optimal dan pada satu hulan menjelang akhir masa kontrak baru dikebut kontraktor pelaksana, sehingga menimbun material (sirtu) menutup akses masuk keluar sekitar kediamannya.

Ia mengatakan, pada saat dilakukan hamparan sirtu, dirinya sempat menanyakan kepada salah seorang perwakilan konsultan Dinas PUPR mengenai penimbunan sirtu tersebut. Dan dijawab bahwa alat berat sementara menuju ruas jalan itu untuk melakukan perataan dan pemadatan. Namun hingga petang tidak ada alat berat yang datang, sehingga timbunan sirtu menghambat akses keluar-masuk warga sekitar.

Menurutnya, sangat aneh jika kurang lebih tinggal 1 bulan baru kontraktor pelaksana kebut melaksanakan pekerjaan di lapangan, tanpa mempertimbangkan akses keluar-masuk warga di sekitar lokasi pekerjaan. Padahal, kalau dilakukan sesuai kontrak pekerjaan jalan ini sudah pada tahap finishing.

Baca Juga: Bupati Rote Ndao Serahkan secara Simbolis Bantuan Sapi Kurban di 2 Masjid

Halaman:

Editor: Frangky Johannis

Tags

Terkini

X