Rekor MURI untuk Tarian Te'orenda merupakan Persembahan Bank Indonesia bagi Masyarakat Rote Ndao

- Sabtu, 9 Juli 2022 | 08:50 WIB
Bupati Rote Ndao Paulina Haning-Bullu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT I Nyoman Ariawan Atmaja, Dirut Bank NTT Harry Alexander Riwu Kaho, menunjukan piagam Rekor MURI, dalam foto bersama dalam rangkaian acara Sosialisasi CBP di Rote Ndao. Foto: Victory News - Frangky Johannis
Bupati Rote Ndao Paulina Haning-Bullu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT I Nyoman Ariawan Atmaja, Dirut Bank NTT Harry Alexander Riwu Kaho, menunjukan piagam Rekor MURI, dalam foto bersama dalam rangkaian acara Sosialisasi CBP di Rote Ndao. Foto: Victory News - Frangky Johannis

ROTE NDAO, VICTORYNEWS - Sebanyak 2.051 pelajar dari 23 SD dan SMP di Kabupaten Rote Ndao, sukses mencatatkan rekor Museum Rekor Indonesia (MURI) Penari Te'orenda Terbanyak, Jumat (08/07/2022) petang.

Pemecahan rekor ini disaksikan langsung Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT I Nyoman Ariawan Atmaja, Ketua OJK NTT Japarmen Manalu, Dirut Bank NTT Harry Alexander Riwu Kaho, Karo Perekonomian dan Administrasi Pembangungan Setda NTT Jusuf L Rupidara, Bupati Rote Ndao Paulina Haning-Bullu dan Wakil Bupati Stefanus M Saek, sekda beserta jajaran, Forkopimda Kabupaten Rote Ndao, serta ribuan warga Kota Ba'a dan sekitarnya yang berbondong-bodong memadati lapangan upacara kantor Bupati setempat.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT I Nyoman Ariawan Atmaja kepada rotendao.victorynews.id, usai pelaksanaan kegiatan menjelaskan, dipilihnya Rote Ndao menjadi tempat pelaksanaan kegiatan ini karena merupakan wilayah paling selatan Negeri Indonesia.

"Posisi Rote Ndao sangat istimewa dan selalu disebut oleh Pak Presiden Joko Widodo 'dari Sabang sampai Merauke, dari Miangas sampai Rote Ndao'. Jadi Rote Ndao itu sangat penting posisinya," ujar Nyoman Ariawan.

Baca Juga: Bupati Rote Ndao Serahkan secara Simbolis Bantuan Sapi Kurban di 2 Masjid

Untuk itu, lanjut Nyoman Ariawan, posisi penting sebagai Bagian Selatan Negeri ini, maka harus mengajarkan kepada masyarakat Rote Ndao Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah.

Ia menjelaskan Cinta Rupiah itu artinya bahwa masyarakat Rote Ndao tahu bagaimana ciri-ciri khas uang Rupiah, sehingga bertransaksi mereka menggunakan rupaih yang asli, dan tahu kalau ada yang palsu.

Bangga Rupiah, jelas dia, diartikan setiap bertransaksi di manapun di batas wilayah kedaulatan Indonesia, termasuk Rote Ndao ini wajib menggunakan Rupaih. Sehingga masyarakat sangat bangga dan selalu bertransaksi menggunakan Rupiah.

Dan yang terakhir, sambung Nyoman Ariawan, Paham Rupiah adalah bijak menggunakan keuangan kita. Gaji kita, penghasilan kita mungkin terbatas, dengan adanya paham kita tahu bagaimana kita menkonsumsi sesuatu sehingga tidak boros, kita harus menyisihkan untuk simpanan masa depan, termasuk bagaimana berinvestasi.

Bupati Rote Ndao Paulina Haning-Bullu dan Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT I Nyoman Ariawan Atmaja, bersama Wakil Bupati Stefanus M Saek, saat memberikan keterangan di lantai 2 kantor Bupati. Foto: Victory News - Frangky Johannis

Halaman:

Editor: Frangky Johannis

Tags

Terkini

X