Akibat Gempa Bumi, Sejumlah Warga Desa Sakubatun Alami Luka Ringan dan Patah Tulang

- Sabtu, 14 Mei 2022 | 14:46 WIB
Personel TNI AL dari Lanal Pulau Rote memberikan pelatihan penanganan darurat korban bencana kepada para relawan FPRB Desa Sakubatun, Batutua, dan Dolasi, sebelum melaksanakan Simulasi Penanganan Korban Bencana, di Pantai Sakubatun, Sabtu (14/05/2022). Foto: Victory News - Frangky Johannis
Personel TNI AL dari Lanal Pulau Rote memberikan pelatihan penanganan darurat korban bencana kepada para relawan FPRB Desa Sakubatun, Batutua, dan Dolasi, sebelum melaksanakan Simulasi Penanganan Korban Bencana, di Pantai Sakubatun, Sabtu (14/05/2022). Foto: Victory News - Frangky Johannis

ROTE NDAO, VICTORYNEWS - Akibat gempa bumi yang berpotensi tsunami melanda wilayah Kabupaten Rote Ndao, Sabtu (14/05/2022) pagi, sejumlah warga yang sementara melakukan aktivitas di pesisir Pantai Wisata Sakubatun, Desa Sakubatun, Kecamatan Rote Barat Daya, mengalami luka ringan dan patah tulang.

Hal tersebut merupakan skenario Simulasi Penanggulangan Bencana yang diperankan relawan Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) dari tiga desa di Kecamatan Rote Barat Daya, yakni Desa Sakubatun, Batutua, dan Dolasi yang mengikuti Kegiatan Sosialisasi, Pelatihan Pencegahan, Mitigasi, Kesiapsiagaan, serta Pengendalian Operasi, Penyediaan Sarana-Prasarana Kesiapsiagaan terhadap Bencana.

Kegiatan yang digelar Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Rote Ndao ini, menggandeng Lanal Pulau Rote, Koramil 1627-03 Batutua, Polsek Rote Barat Daya, Satgas Basarnas Kupang di Rote Ndao, Pemerintah Kecamatan Rote Barat Daya, Puskesmas Batutua, serta pemerintah desa dan tokoh masyarakat Desa Sakubatun, Batutua, dan Dolasi.

Baca Juga: Peringati Hardiknas 2022, Lapas Kelas III Ba'a Gelar Upacara Bendera

Dalam skenario simulasi, setelah menerima sinyal adanya gempa tersebut, petugas BPBD membunyinyak sirine tanggap bencana dan diikuti oleh bunyi kentongan yang bersahut-sahutan yang ditabuh warga.

Masyarakat yang sedang melakukan aktivitas bersih-bersih pantai, bergegas meninggalkan lokasi pantai untuk menyelamatkan diri dan mencari tempat berlindung yang lebih aman.

Satuan Tugas (Satgas) Penanggulangan Bencana, TNI/Polri, Satgas Basarnas, serta relawan FPRB menuju lokasi kejadian untuk melakukan evakuasi, serta mengarahkan warga untuk mengikuti arah jalur evakuasi yang ada untuk menuju ke titik kumpul (tempat penampungan sementara) yang berada jauh dari lokasi kejadian, sebelumdievakuasi ke Posko Bencana yang telah disiapkan.

Selain mengarahkan warga ke titik kumpul, Satgas Penanggulangan Bencana, TNI/Polri, Satgas Basarnas, dan relawan FPRB juga melakukan penyisiran ke lokasi yang kemungkinan terdapat korban yang belum terevakuasi.

Saat penyisiran, ditemukan sejumlah korban dalam kondisi terluka, patah tulang kaki dan tangan, serta ada yang tidak sadarkan diri.

Halaman:

Editor: Frangky Johannis

Tags

Terkini

X