Objek Wisata Air Terjun Oefamba, Rote Ndao masih Butuh Penataan

- Sabtu, 29 Januari 2022 | 10:45 WIB
Jembatan penyeberangan di lokasi Air Terjun Oefamba yang dibuat seadanya oleh masyarakat, agar pengunjung bisa menikmati susana wisata alam tersebut. Foto: Frangky/VN
Jembatan penyeberangan di lokasi Air Terjun Oefamba yang dibuat seadanya oleh masyarakat, agar pengunjung bisa menikmati susana wisata alam tersebut. Foto: Frangky/VN

VICTORY NEWS ROTE NDAO - Oefamba merupakan satu-satunya objek wisata Air Terjun di Kabupaten Rote Ndao. Air Terjun Oefamba terletak di Dusun I Tuabuna, Desa Kolobolon, Kecamatan Lobalain, di wilayah paling selatan NKRI.

Air Terjun Oefamba, tepat berada dalam kawasan Mamer (hutan masyarakat adat) ini, belakangan menjadi pusat perhatian wisatawan lokal yang ingin menikmati kesejukan alam pegunungan.

Sayangnya, objek wisata ini masih minim fasilitas karena ditata dan dikelola seadanya sesuai kemampuan masyarakat setempat. Masih dibutuhkan penataan untuk membuat Air Terjun Oefamba layaknya objek wisata yang representatif.

Baca Juga: An-Nur Masjid Tua Rote dengan Arsitektur Khas Makassar

Godlief Mboeik, Kepala Dusun I Tuabuna yang juga merupakan maneholo (penjaga/pengatur) Mamer Oefamba, kepada Victory News belum lama ini mengatakan, ide untuk mengelola Air Terjun Oefamba sebagai objek wisata dirintis oleh masyarakat Desa Kolobolon kurang lebih sejak dua tahun terakhir.

"Ini dahulunya kawasan Mamer yang diatur dalam Papadak (aturan adat pengelolaan lingkungan). Sebelumnya untuk masuk ke sini tidak diperbolehkan setiap hari. Namun masyarakat bersepakat untuk mengelola potensi air terjun ini sebagai objek wisata," katanya.

Dikatakan Godlif, masyarakat berswadaya membersihkan lokasi, meratakan lahan parkir, membuat tangga darurat dengan cara menggali tebing, menempatkan pegangan dari bambu di sepanjang tangga menuruni bukit, dan membuat jembatan penyeberangan menuju dua lokasi air terjun yang ada di dalam mamer tersebut.

Baca Juga: Madene, Budaya Gotong Royong Masyarakat Rote

"Penataan yang kami buat menggunakan bahan lokal seperti bambu, pohon pinang yang sudah tidak produktif, untuk pelancong bisa menikmati dua air terjun yang ada," ujar Godlief.

Halaman:

Editor: Polce Siga

Tags

Terkini

X