Panitia Tidak Profesional, Turnamen Futsal Betania Cup V Tercoreng Gegara Official Tim Ikut jadi Wasit

- Selasa, 27 September 2022 | 11:10 WIB
Ketua AFKAB Rote Ndao Handryans Bessie menyampaikan sambutan saat pembukaan Turnamen Futsal Betania Cup V, di Lapangan Futsal Syahbandar Ba'a. Foto: Tangkapan layar channel youtube RoteTv
Ketua AFKAB Rote Ndao Handryans Bessie menyampaikan sambutan saat pembukaan Turnamen Futsal Betania Cup V, di Lapangan Futsal Syahbandar Ba'a. Foto: Tangkapan layar channel youtube RoteTv

ROTE NDAO, VICTORYNEWS - Turnamen Futsal Betania Cup yang merupakan turnamen futsal pertama di Kabupaten Rote Ndao tercoreng dalam pelaksanaan event tersebut di tahun kelima, akibat Panitia Pelaksana yang tidak profesional.

Panitia tidak secara cermat melakukan pemantauan, sehingga terjadi 'pengangkangan' terhadap aturan pertandingan yang disahkan dalam technical meeting (TM).

Pasalnya, nama dan foto BN alias Benyo tertera dalam album tim Justice FC sebagai official dan sudah pernah mendampingi timnya itu dan berdiri di bens pemain saat timnya bertanding.

Namun, dalam pertandingan Senin (26/09/2022) malam, BN juga ternyata menjadi wasit yang memimpin beberapa pertandingan. Sehingga, hal ini mendapat protes keras sejumlah official yang melihat hal tersebut.

"Dalam TM sudah disahkan bahwa official tidak boleh menjadi pemain, tapi ini menjadi wasit diperbolehkan oleh panitia. Ini sudah mengangkangi aturan yang ditetapkan oleh panitia sendiri," kata Salim Manuain, Offiial Basoka FC kepada rotendao.victorynews.id, di lapanga Futsal Syahbandar Ba'a, Senin (26/09/2022) malam.

Baca Juga: Wamenkeu Suahasil Nazara bersama Ditkeu dan Ditbisnis Regional SUMALPANA PT PLN Kunker ke Kabupaten Rote Ndao

Ketua AFKAB Rote Ndao Handryans Bessie yang dikonfirmasi mengaku tidak mengetahui hal tersebut dan menyampaikan terima kasih atas informasi tersebut.

Menurut Handryans, pada awalnya nama BN tidak masuk dalam rekomendasi wasit yang memimpin pertandingan Turnamen Futsal Betania Cup V yang dikeluarkan oleh AFPROV NTT.

Akan tetapi, lanjut Handryans, karena ada dua orang wasit yang rencananya diminta dari Kota Kupang untuk memimpin pertandingan tidak menemui kesepakatan dengan pihak panitia pelaksana, sehingga akhirnya semuanya wasit lokal yang dipakai memimpin pertandingan.

Halaman:

Editor: Frangky Johannis

Tags

Terkini

Terpopuler

X