Ini yang Disampaikan Kepala Desa dan Petani Busalangga Timur kepada Dewan Juri Festival Desa Binaan Bank NTT

- Kamis, 8 September 2022 | 21:53 WIB
Kepala Desa Busalangga Timur Handry Deselvod Adu (kiri) didampingi Yunus Henukh (kedua dari kanan), memberikan penjelasan kepada  anggota Dewan Juri Ayu Sri Liana Dewi (tengah) dan Lavny Manesi, saat kunjungan ke desa tersebut. Foto: Victory News - Frangky Johannis
Kepala Desa Busalangga Timur Handry Deselvod Adu (kiri) didampingi Yunus Henukh (kedua dari kanan), memberikan penjelasan kepada anggota Dewan Juri Ayu Sri Liana Dewi (tengah) dan Lavny Manesi, saat kunjungan ke desa tersebut. Foto: Victory News - Frangky Johannis

 

ROTE NDAO, VICTORYNEWS - Tim Juri Festival Desa Binaan dan Pendapatn Asli Daerah (PAD) Bank NTT 2022, melakukan assesmen awal di Desa Busalangga Timur dan Desa Saindule, Kecamatan Rote Barat Laut, Kabupaten Rote Ndao, yang merupakan 2 dari 5 Desa Binaan Bank NTT Kantor Cabang (KC) Rote Ndao, Kamis (08/09/2022).

Dalam kunjungan di 2 Desa Binaan Bank NTT KC Rote Ndao tersebut, anggota Dewan Juri Ni Dewa Agung Ayu Sri Liana Dewi didamingi Lavny Manesi dari Divisi Mikro Kredit Kantor Pusat Bank NTT, Kepala Cabang Pembantu Bank NTT Busalangga Dominggus SL Alunpah, dan sejumlah staf.

Di Desa Busalangga Timur, tim juri disambut Kepala Desa Busalangga Timur Handry Deselvod Adu bersama sejumlah petani secara adat. Tim juri dikalungkan selendang Rote sebagai tanda penyambutan, di areal pertanian hortikultura milik Yunus Henukh.

Kepada tim juri Ayu Sri Liana Dewi yang juga Kepala KPP Pratama Kupang, Handry Adu menjelaskan bahwa Desa Busalangga Timur 95 persen warganya merupakan petani yang menggarap lahan pertanian secara tradisional dengan tanaman prioritas padi di musim hujan, dan tanaman hortikultura di musim panas.

Baca Juga: Anwar Kiah Tinggalkan Kenangan dan Dedikasi yang Sulit Dilupakan Rekan Sejawat, Mitra, dan Konstituen

Dengan menjadi Desa Binaan Bak NTT KC Rote Ndao, kata Handry Adu, masyarakat termotivasi untuk memanfaatkan sebagain lahan dengan produk hortikultura berupa sayur-sayuran dan buah-buahan, setelah selesai memanen padi.

"Sekarang ini sudah ada beberapa petani yang mengembangkan hortikultura usai panen padi gora, di antaranya Bapak Thobias Henukh dan beberapa petani milenial. Sedangkan satu-satunya yang fokus tanam hortikultura adalah Bapak Yunus Henukh ini," tarang Handry Adu.

Salah seorang petani Yunus Henukh mengatakan, produk hortikultura yang ditanam di lahannya antara lain tomat, semangka, melon, jagung, bawang, bawang merah, dan ubi kayu.

Menurut Yunus, kendala yang dihadapi dalam melaksanakan usaha pertanian hortikultura adalah kesulitan pasar dan kekurangan tenaga kerja.

Halaman:

Editor: Frangky Johannis

Tags

Terkini

X