DPW SMSI NTT Gelar Diskusi Publik Bertajuk Refleksi Kritis 4 Tahun Kepemimpinan Duet VBL-JNS

- Senin, 5 September 2022 | 23:58 WIB
Pasangan Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat dan Wakil Gubernur Josef A Nae Soi. Foto: tangkapan layar twitter.com/victory_joss
Pasangan Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat dan Wakil Gubernur Josef A Nae Soi. Foto: tangkapan layar twitter.com/victory_joss

ROTE NDAO, VICTORYNEWS - Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Provinsi NTT akan menggelar diskusi publik bertema 'Refleksi Kritis 4 Tahun Kepemimpinan Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat dan Wakil Gubernur Josef A Nae Soi (VBL-JNS)', Kamis (08/09/2022).

Hal tersebut disampaikan Ketua DPW SMSI NTT Benidiktus Jahang melalui Ketua Panitia Pelaksana Laurensius Leba Tukan didampingi Sekretaris Panitia Pelaksana Ama Beding, melalui press release yang diterima rotendao.victorynews.id, Senin (05/09/2022) malam.

Laurens mengatakan, lima orang pemateri sudah bersedia untuk hadir dalam diskusi kritis yang akan mengevaluasi kinerja duet VBL-JNS selama 4 tahun memimpin NTT, yakni anggota Komisi III DPR RI Benny K Harman, Wakil Ketua DPRD Provinsi NTT Ince DP Sayuna, Pengamat Ekonomi dan Praktisi Pertanian Universitas Kristen Artha Wacana (UKAW) Zet Malelak, Pengamat Hukum Tata Negara Undana John Tuba Helan, dan Rektor Universitas Katolik Widya Mandira (Unwira) Pastor Philipus Tule, SVD, serta dimoderatori oleh Dosen FISIP Unwira Mikhael Rajamuda Bataona.

Baca Juga: Kementerian Humum dan HAM Raih 2 Kategori dalam BKN Award Tahun 2022

Diskusi tersebut akan dibuka dengan pemaparan hasil pembangunan Provinsi NTT selama 4 tahun, yang disampaikan langsung oleh Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat. 

"Tujuan digelarnya diskusi ini untuk mengevaluasi capaian-capaian Pemprov NTT selama 4 tahun di bawah kepemimpinan VBL-JNS, sekaligus memperoleh masukan-masukan yang konstruktif demi perbaikan kinerja Pemerintah Provinsi NTT ke depan," kata Laurens.

Menurutnya, NTT masih bergelut dengan berbagai persoalan angka kemiskinan dan tingkat pengangguran yang masih tinggi, gizi buruk, stunting, buruknya tingkat kesehatan ibu dan anak, parahnya infrastruktur jalan dan jembatan, listrik, air bersih, serta human trafficking.

Hal lain, kata Laurens, permasalahan SDM, rendahnya literasi di beberapa wilayah. Semua ini tak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah saja, akan tetapi merupakan tanggung jawab seluruh stakeholders.

Baca Juga: Hasil Rakor Pemerintah, SPBU, APMS, dan Kepolisian, Ditetapkan HET Pertalite Rp 12.000 dan Solar Rp 9.000

"Melalui momen diskusi publik ini diharapkan adanya masukan, sehingga menjadi guideline bagi Pemprov NTT membuat terobosan baru," kata dia.

Halaman:

Editor: Frangky Johannis

Tags

Terkini

X