Banyak Kapal Asing Sering Lakukan Drifting dan Lego Jangkar di Perairan Selatan Rote Ndao

- Kamis, 9 Juni 2022 | 14:38 WIB
Kepala Stasiun Pemantauan Keamanan dan Keselamatan Laut (SPKKL) Kupang Mayor Bakamla Yeanry M Olang menyerahkan plakat kepada Bupati Rote Ndao Paulina Haning-Bullu, bersilaturahmi di ruang kerja Bupti, Kamis (09/06/2022). Foto: Victory News - Frangky Johannis
Kepala Stasiun Pemantauan Keamanan dan Keselamatan Laut (SPKKL) Kupang Mayor Bakamla Yeanry M Olang menyerahkan plakat kepada Bupati Rote Ndao Paulina Haning-Bullu, bersilaturahmi di ruang kerja Bupti, Kamis (09/06/2022). Foto: Victory News - Frangky Johannis

ROTE NDAO, VICTORYNEWS - Hasil pengamatan Stasiun Pemantauan Keamanan dan Keselamatan Laut (SPKKL) Kupang tercatat masih banyak kapal berbendera asing yang sering melakukan drifting (bolak-balik) dan lego jangkar untuk menunggu waktu masuk ke Australia.

Hal tersebut disampaikan Kepala Stasiun Pemantauan Keamanan dan Keselamatan Laut (SPKKL) Kupang Mayor Bakamla Yeanry M Olang kepada rotendao.victorynews.id, di kantor Bupati Rote Ndao, usai melakukan silaturahmi dengan Bupati Rote Ndao Paulina Haning-Bullu, Kamis (09/06/2022).

Secara aturan, kata Yeanry Olang, drifting dan lego jangkar tidak diperbolehkan. Sehingga, pihaknya sementara berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan instansi terkait di Rote Ndao untuk bersama-sama dengan Badan Keamanan Laut (Bakamla) untuk kedepannya melakukan pengawasan, agar tidak terjadi lagi hal-hal tersebut.

Baca Juga: PDAM dan Bank NTT KC Rote Ndao Kerja Sama Layanan Pembayaran Tagihan Air Minum secara Online

"Upaya yang kami lakukan saat ini adalah melakukan koordinasi dengan stakeholders untuk ke depan sama-sama melakukan patroli bersama dalam rangka mengantisipasi keadaan seperti ini," ujar Yeanry Olang.

Ia mengatakan, sejumlah informasi juga sudah disampaikan kepada Bupati Rote Ndao Paulina Haning-Bullu, terkait pemantauan situasi perairan laut Pulau Rote serta pengawasan SPKKL Kupang ke depannya.

Menurutnya, dari Januari hingga awal Juni sudah terdeteksi sekitar 10 kapal berbendera asing yang melakukan aktivitas drifting (bolak-balik), lego jangkar, dan mengurangi kecepatan di perairan selatan Rote, di area selatan Samudera Hindia saat akan masuk ke Australia.

Dijelaskan Yeanry Olang, kapal-kapal asing tersebut rata-rata menunggu waktu untuk masuk ke perairan Australia karena biaya pelayanan jasa kepelabuhanan di Australia sangat tinggi.

"Mereka menggunakan perairan kita sebagai tempat tunggu mereka sebelum masuk sesuai waktu yang ditentukan oleh perusahaan mereka," katanya.

Halaman:

Editor: Frangky Johannis

Tags

Terkini

X