Aset Tanah Obligor BLBI Kaharudin Ongko di Surabaya Disita

- Rabu, 23 Februari 2022 | 17:13 WIB
Foto: Dok. Direktur Jenderal Kekayaan Negara Kementerian Keuangan RI
Foto: Dok. Direktur Jenderal Kekayaan Negara Kementerian Keuangan RI

ROTE NDAO, VICTORYNEWS – Direktur Jenderal Kekayaan Negara Kementerian Keuangan RI, sekaligus Ketua Satgas BLBI Rionald Silaban menyebut telah dilakukan penyitaan atas aset milik Obligor PKPS Bank Umum Nasional Kaharudin Ongko.

Dalam keterangan resminya, Rabu (23/02/2022), Rionald Silaban menjelaskan, penyitaan dilakukan Satgas BLBI melalui Panitia Urusan Piutang Negara (PUPN) Cabang DKI Jakarta bersama Juru Sita KPKNL Surabaya, dengan dukungan pengamanan dari tim Bareskrim POLRI, Polda Jawa Timur, dan Polrestabes Surabaya.

Dikutip dari laman https://www.kemenkeu.go.id, dengan judul berita "Satgas BLBI Sita Aset Kaharudin Ongko Senilai Rp630 Miliar", aset yang disita berupa tanah sesuai SHGB No. 17/Jagir seluas 31.530 m2 yang terletak di Wonokromo, Surabaya.

"Aset tersebut merupakan barang jaminan dalam rangka penyelesaian kewajiban pemegang saham kepada pemerintah," kata Rionald.

Penyitaan, kata dia, dilaksanakan sebagai bagian upaya negara mendapatkan kembali dana BLBI yang telah dikucurkan kepada Bank Umum Nasional sebesar Rp 7,82 triliun.

Selanjutnya, kata Rionald, atas aset obligor Kaharudin Ongko yang telah dilakukan penyitaan tersebut akan dilanjutkan proses pengurusannya melalui mekanisme PUPN, yaitu dilakukannya penjualan secara terbuka (lelang) dan/atau penyelesaian lainnya.

"Saat ini, tim penilai dari DJKN masih melakukan proses penilaian atas nilai dari aset jaminan ini," kata Rionald.

Namun demikian, estimasi nilai pasar aset seluas 31.530 m2 tersebut adalah sebesar Rp 630 miliar. Adapun pihak-pihak yang saat ini melakukan kegiatan usaha di lokasi aset, masih dapat melakukan kegiatan usahanya sampai dengan dilakukan pengurusan lebih lanjut oleh Satgas BLBI.

"Satgas BLBI akan terus melakukan upaya berkelanjutan untuk memastikan pengembalian hak tagih negara melalui serangkaian upaya seperti pemblokiran, penyitaan, dan penjualan aset- aset obligor atau debitur yang merupakan barang jaminan maupun harta kekayaan lain yang dimiliki obligor atau debitur yang selama ini telah mendapatkan dana BLBI," tutupnya.

Halaman:

Editor: Frangky Johannis

Tags

Terkini

X