RPB Harus Merangkum Perspektif Penanggulangan Bencana Seluruh Instansi dan Responsif Disabilititas

- Rabu, 14 September 2022 | 22:31 WIB
Asisten Administrasi Pemerintahan dan Kesra Setda Rote Ndao Untung Harjito memaparkan materi dalam Workshop Rancangan Awal Rencana Penanggulangan Bencana (RPB), di New Ricky Hotel, Ba'a, Rabu (14/09/2022). Foto: Victory News - Frangky Johannis
Asisten Administrasi Pemerintahan dan Kesra Setda Rote Ndao Untung Harjito memaparkan materi dalam Workshop Rancangan Awal Rencana Penanggulangan Bencana (RPB), di New Ricky Hotel, Ba'a, Rabu (14/09/2022). Foto: Victory News - Frangky Johannis

ROTE NDAO, VICTORYNEWS - Rencana Penanggulangan Bencana (RPB) adalah salah satu rencana pembangunan untuk penyelenggaraan penanggulangan bencana, berdasarkan hasil Kajian Risiko Bencana (KRB) daerah.

Oleh karena itu, RPB Kabupaten Rote Ndao harus merangkum perspektif penyelenggaraan penanggulangan bencana dari seluruh Perangkat Daerah dan instansi/lembaga yang terlibat, termasuk harus responsif kaum rentan dan penyandang disabilitas.

Demikian sambutan Wakil Bupati Rote Ndao Stefanus M Saek yang dibacakan Asisten Administrasi Pemerintahan dan Kesra Setda Rote Ndao Untung Harjito, sekaligus memaparkan materi dalam Workshop Rancangan Awal Rencana Penanggulangan Bencana (RPB), di New Ricky Hotel, Ba'a, Rabu (14/09/2022).

Selain itu, penyusunan RPB Kabupaten Rote Ndao 2022-2026, perlu mempertimbangkan perencanaan pembangunan dari tingkat daerah hingga tingkat Pusat, untuk menjamin keselarasan arah pembangunan.

Baca Juga: SIAP SIAGA Fasilitasi Workshop Rancangan Awal Rencana Penanggulangan Bencana Kabupaten Rote Ndao

"Saya berharap agar dari workshop Rancangan Awal RPB ini, dapat menghasilkan dokumen RPB yang baik dan sesuai dengan kondisi daerah serta responsif disabilitas dan kaum rentan lainnya. Sehingga, ke depannya Rote Ndao akan terlindungi dan terbebas atau paling tidak ada pengurangan risiko dan kerentanan terhadap bencana karena makin tingginya perhatian dan kesadaran masyarakat," kata Untung Harjito.

Untung juga menyampaikan terima kasih kepada SIAP SIAGA dan BPBD Provinsi NTT yang telah membantu memfasilitasi penyiapan dokumen Rancangan Awal RPB Kabupaten Rote Ndao.

Kabid I Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Provinsi NTT Feliks PG Batara, yang mewakili Kalak BPBD NTT Ambrosius Kodo mengatakan, patut diapresiasi karena Kabupaten Rote Ndao dengan dukungan Program SIAP SIAGA telah memiliki 2 dari 4 dokumen perencanaan penanganan bencana, yakni Dokumen Kajian Risiko Bencana (KRB) dan Rencana Penanggulangan Bencana (RPB).

"Tinggal 2 dokumen yakni Rencana Penanggulangan Kedaruratan Bencana (RPKB) dan Rencana Kontijensi (Renkon) yang sementara dalam persiapan pembuatannya. Padahal, di NTT masih banyak kabupaten yang belum memiliki satupun dokumen tersebut," ujar Feliks Batara.

Halaman:

Editor: Frangky Johannis

Tags

Terkini

X