Ini Harga BBM di Wilayah Paling Selatan NKRI Pasca Penetapan HET Penyesuaian Kenaikan Harga

- Jumat, 16 September 2022 | 09:48 WIB
Kapolsek Lobalain Ipda Gde Putu Parwata bersama jajaran melakukan sosialisasi kepada pengecer BBM Non Subsidi Pertalite di Simpang Tiga Utomo, pekan lalu. Foto: Dok.DOBRAK Polsek Lobalain
Kapolsek Lobalain Ipda Gde Putu Parwata bersama jajaran melakukan sosialisasi kepada pengecer BBM Non Subsidi Pertalite di Simpang Tiga Utomo, pekan lalu. Foto: Dok.DOBRAK Polsek Lobalain

ROTE NDAO, VICTORYNEWS - Setelah melakukan penyesuaian dengan kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) secara nasional beberapa waktu lalu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rote Ndao telah mengeluarkan Harga Eceran Tertinggi (HET) BBM Non Subsidi Pertalite dan Pertamax, serta BBM Bersubsidi Solar dan Minyak Tanah di wilayah paling selatan NKRI itu.

Penetapan HET tersebut tertuang dalam Surat Keputusan Bupati Rote Ndao Nomor: 286/KEP/HK/2022, tanggal 10 September 2022, tentang Perubahan atas Keputusan Bupati Rote Ndao Nomor: 63.a/KEP/HK/2022 tentang Harga Eceran Tertinggi (HET) Bahan Bakar Minyak (BBM) Bersubsidi dan Non Subsididi wilayah Kabupaten Rote Ndao.

Demikian disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Rote Ndao Jonas M Selly melalui Kabag Hukum Setda Rote Ndao Hangry MJ Mooy kepada rotendao.victorynews.id, Jumat (16/09/2022).

Hangry Mooy menjelaskan, HET BBM Non Subsidi Pertalite dalam Kota Ba'a menjadi Rp 11.500 per liter dan Pertamax menjadi Rp 15.600. Sementara HET BBM Bersubsidi jenis Solar Rp 8.000 per liter dan Minyak Tanah Rp 6.000 per liter.

Baca Juga: Kabupaten Rote Ndao Dapat Alokasi 920 Formasi ASN 2022, Proses Pengadaan Direncanakan September Ini

HET BBM Non Subsidi Pertalite di luar Kota Ba'a Rp 12.000 per liter dan Pertamax menjadi Rp 16.100. Sementara HET BBM Bersubsidi jenis Solar Rp 9.000 per liter dan Minyak Tanah Rp 6.500 per liter.

"HET baru ini sementara disosialisasikan kepada masyarakat luas melalui mimbar Gereja, Masjid, Pura, pemerintah desa, media sosial, dan kerja sama dengan Polres Rote Ndao dan jajaran Polsek, sehingga diharapkan kenaikan harga BBM ini dapat dipahami dan dilaksanakan pihak APMS dan jejaring penjualan BBM hingga tingkat desa," katanya.

Ia merinci, Pertalite harga Pertamina Rp 10.000, tidak ada komponen biaya buruh di Kupang maupun di Rote, dan ongkos angkut Kupang-Rote, sehingga harga jual di APMS tetap Rp 10.000.

Harga jual APMS ke Sub Penyalur/Pangkalan ditambah margin sebesar Rp 400, menjadi Rp 10.400.

Halaman:

Editor: Frangky Johannis

Tags

Terkini

X