Warga Landu Leko Sampaikan Kebutuhan Jalan, Bibit Sapi, Alsintan, dan Modal Usaha Produktif

- Jumat, 29 April 2022 | 18:07 WIB
Gubernur Viktor Bungtilu Laiskodat dan Wakil Gubernur Josep Nae Soi menyelami tokoh masyarakat Kecamatan Landu Leko, usai berdialog di dermaga Pelabuhan Rakyat Lokonamun dalam kunjungan kerja di wilayah tersebut, Jumat (29/04/2022). Foto: Victory News - Frangky Johannis
Gubernur Viktor Bungtilu Laiskodat dan Wakil Gubernur Josep Nae Soi menyelami tokoh masyarakat Kecamatan Landu Leko, usai berdialog di dermaga Pelabuhan Rakyat Lokonamun dalam kunjungan kerja di wilayah tersebut, Jumat (29/04/2022). Foto: Victory News - Frangky Johannis

ROTE NDAO, VICTORYNEWS - Warga Kecamatan Landu Leko menyampaikan sejumlah keluhan di hadapan Gubernur Viktor Bungtilu Laiskodat dan Wakil Gubernur Josep Nae Soi saat melakukan kunjungan kerja di wilayah tersebut, Jumat (29/04/2022).

Jekson Faah, tokoh masyarakat Landu Leko menyampaikan bahwa masalah yang dihadapi masyarakat adalah akses jalan akses utama, tambatan perahu di dua dusun, kebutuhan bibit sapi, alsintan, dan modal usaha produktif masyarakat.

Menurutnya, jalan akses utama yang perlu mendapat sentuhan adalah kurang lebih sepanjang 1,5 kilometer. Kebutuhan bibit sapi karena sudah ada lahan sekitar 20 hektare, sementara pertanian yang tersebar di 7 desa yang luasannya sekitar 100 hektare.

Baca Juga: Gubernur VBL dan Wakil Gubernur JNS Dikenakan Topi Ti'i Langga saat Kunjungan Kerja di Rote Ndao

"Saya mewakili masyarakat Landu Leko untuk menyampaikan beberapa hal tersebut yang merupakan kebutuhan dan keluh-kesah warga. Saya berharap Bapak Gubernur dan Wakil Gubernur dapat membantu kami di sini," tutupnya.

Gubernur Viktor dalam merespons keluhan tersebut menjelaskan bahwa perlu diluruskan dulu status jalan yang menjadi kebutuhan tersebut, apakah statusnya jalan provinsi atau kabupaten. Kalau kabupaten ya nanti ditangani dengan APBD Kabupaten. Kalau statusnya non status bisa ditangani nanti karena panjangnya juga 1,5 kilometer saja.

Sementara untuk bibit sapi, kata Gubernur VBL, kalau lahannya hanya 20 hektare maka tidak cukup juga untuk tanam rumput sebagai pakan. Jadi lihat dulu secara baik potensinya, tanam dulu rumputnya nanti kita berikan rumputnya. Kalau rumput sudah banyak baru kita bawa sapinya datang.

Baca Juga: Wakil Bupati Rote Ndao minta PPPK Harus Jadi Teladan dan Selalu Menjaga Nama Baik Pemerintah

"Harus ditanam rumput dulu baru kita kasi bibit sapi karena kalau tidak ada pakan nanti sapinya mati," ujar Gubernur VBL.

Halaman:

Editor: Frangky Johannis

Tags

Terkini

Terpopuler

X